10 Jenis Transaksi Online Yang Paling Banyak Dilakukan

transaksi online

Pada dasarnya ketentuan jual beli online tetap tunduk pada hukum perjanjian pada umumnya sebagaimana dikenal dalam hukum perdata. Patut dicatat bahwa dalam jual-beli online, hampir dapat dipastikan perjanjiannya dibuat standar secara sepihak oleh penjual. Perlindungan konsumen untuk perjanjian tersebut diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Tidak semua pembeli transaksi online adalah konsumen sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Penggunaan aplikasi dompet digital, mobile banking dan online trading terus meningkat. “Memang banyak adaptasi yang harus dilakukan masyarakat dalam fase normal baru, mulai dari menjalankan norma baru sehari-hari, hingga kebiasaan bertransaksi daring secara aman. Namun sayangnya, data yang disajikan dashboard toko online biasanya tidak memiliki fitur selengkap aplikasi akuntansi. Dashboard toko online umumnya hanya menyajikan data penjualan, konsumen dan persediaan barang online. Sementara itu dashboard tidak mencatat data seperti hutang, persediaan barang, ketersediaan kas dan aset lainnya. Cobalah integrasikan toko online Anda dengan layanan Veritrans untuk menerima berbagai channel pembayaran. Misalnya seperti kartu kredit dan debit, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, BCA Klikpay, XL Tunai, T-Cash, bank transfer dan pembayaran melalui minimarket.

Ketika berbelanja online atau melakukan transaksi pembayaran maka Payment Protection ini akan memberikan perlindungan otomatis saat bertransaksi dari smartphone. Pelindung transaksi pembayaran daring ini akan mendeteksi keamanan sistem, captcha, dan aplikasi e-commerce yang dipakai oleh pengguna. Keamanan transaksi online menjadi prioritas bagi bank dan pemegang kartu kredit. Meningkatnya jumlah fraud dan hacker yang mampu mencuri data dan menyalahgunakan kartu kredit Anda, disertai dengan jaminan keamanan transaksi online yang semakin canggih. Untuk mengatasai masalah keamanan tersebut, sebagian besar bank menerapkan teknologi 3D secure untuk meningkatkan rasa aman bagi pegguna kartu kredit dalam bertransaksi online.

“Saat belanja online, harus waspada karena barangnya tidak dapat dilihat secara langsung maka sering sekali hasilnya zonk atau barang yang didapat tidak sesuai dengan gambar, ” kata Rizky. Dia menjelaskan saat terjadi pelanggaran berbelanja online, masyarakat memiliki hak untuk mendapat ganti rugi seperti yang diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penggunaan internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat. Mulai untuk komunikasi, belanja hingga pinjaman uang sudah dilakukan secara online.

Dalam menjalankan bisnis dengan menggunakan internet alias toko online, Anda harus memperhatikan cara-cara yang digunakan dalam transaksi pembayaran atau payment gateway. Ada banyak sekali sistem pembayaran dengan fitur dan fungsi yang berbeda. Beberapa pilihan yang populer saat ini adalah PayPal, Stripe, Authorize. net, Intuit dan Worldpay. Untuk para pembeli, bila ragu dengan kredibilitas si penjual, maka sebaiknya kita mencari informasi mengenai orang tersebut di internet sebelum men-transfer uang.

Hanya konsumen yang menjadi pemakai terakhir (end-user) yang dapat dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen, yaitu pembeli yang memakai barang/jasa untuk diri atau keluarganya sendiri, serta tidak dijual lagi ke pihak lain. Namun meskipun mudah dan nyaman, masih banyak orang yang mempertanyakan tentang keamanan melakukan transaksi online. Padahal banyak cara yang dapat anda lakukan agar bisa bertransaksi dengan aman dan mudah saat berbeanja online, berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan. Tidak ada salahnya jika masyarakat beralih memanfaatkan transaksi online, seperti diketahui bahwa transaksi secara online ini memang tidak dikenakan biaya tambahan apapun. Dengan semakin banyak pembeli dan penjual yang bertransaksi di platform digital, sehingga sosialisasi mengenai hak dan juga kewajiban konsumen saat berbelanja online menjadi semakin penting dilakukan. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen melindungi hak konsumen dalam bertransaksi.

transaksi online

Namun, pesatnya penggunaan internet tersebut belum diimbangi dengan literasi hukum digital masyarakat. Hal ini mengakibat munculnya permasalahan hukum atau sengketa yang diakibatkan masyarakat tersebut secara sengaja atau tidak. Berbagai permasalahan hukum media sosial, belanja online serta pinjaman online semakin sering muncul ke publik. Jenis-jenis kasusnya juga beragam seperti penyebaran berita palsu atau hoax, kebocoran data pribadi, penipuan hingga pornografi. Jakarta, Selular. ID – Wabah Coronavirus tidak hanya mengubah cara konsumen dalam berbelanja namun juga cara mereka membayar transaksi pembelian produk.

Kita bisa menemukan informasi tentang bisnis orang tersebut, nomor rekeningnya, nomor telepon, ulasan pembeli sebelumnya, dan lain-lain, dengan cara mengetikkan beberapa baris kata di mesin pencari Google. Bila orang tersebut pernah tersangkut masalah penipuan atau transaksi tidak lancar maka sebaiknya Anda urungkan dulu niat untuk men-transfer.